Ads

 


Sunan abu dawud kitab hadis review
Sumber ilusterasi: jurnalbarsihannor.wordpress.com
1.      Biografi
Nama lengkapnya adalah Sulaiman ibn al-Asy’ats ibn Ishaq ibn Bisyr ibn Syaddad ibn ‘Amr ibn ‘Imran, kuniyahnya Abu Dawud al-Azdi as-Sijistani. Beliau lahir pada tahun 202 H. Ayahnya bernamaAbu Bakar Abdullah ibn Abu Dawud Sulaiman termasuk salah satu huffadz di Baghdad. Dan nenek moyangnya (“Imran) menurut Ibn Hajr merupakan salah seorang tokoh yang terbunuh bersama Ali dalam perang Siffin.
Selain sebagai ahli hadits, Abu Dawud juga dikenal sebagai fuqaha, bahkan kitab sunannya merupakan kitab hadits yang secara khusus disusun dalam bab-bab fiqh. Menurut Abu Ishaq asy-Sirazi dalam Tabaqat al-Fuqaha’, Abu Dawud termasuk dalam ashab Ahmad ibn Hanbal, sedangkan menurut al-Qadi Abu al-Husain Muhammad ibn al-Qadi Abu Ya’la termasuk tabaqat Hanabillah, adapula yang menyatakan beliau bermadzhab Syafi’iyyah, dan ada pendapat lain yang menyatakan bahwa beliau sudah layak disebut sebagai mujtahid yang berarti bahwa beliau bukan hanya sebagai pengikut madzhab tertentu.
Abu Dawud wafat pada tahun 275 H.
2.      GURU DAN MURID IMAM ABU DAWUD
Diantara guru-guru beliau adalah: Muslim ibn Ibrahim, Sulaiman ibn Harb, Abu ‘Amr al-Haudli, Abu al-Walid at-Tayalisi, Musa ibn Isma’il at-Tabuzaki, Abu Ma’mar al-Muq’id, Abdullah ibn Maslamah al-Qanabi, Musaddad, Syadz ibn Fayyad, Yahya ibn Ma’in, Ahmad ibn Hanbal, Qutaibah ibn Sa’id, Ahmad ibn Yunus, Utsman ibn Aibn Syaibah, Ibrahim ibn Musa al-Farra’, Amr ibn ‘Aun, Abu al-Jamahir at-Tanukhi, Hisyam ibn ‘Amar ad-Dimisyqi, Muhammad ibn As-Sabah ad-Daulabi,ar-Rubayyi’ ibn Nafi’ al-Halabi, Yazid ibn Mauhib al-Ramli, Abu at-Tahir ibn as-Sarh Ahmad ibn Salih al-Misriyyin, Abu Ja’far an Nufaili, dan lain sebagainya.
 Ulama yang pernah menjadi muridnya dan yang meriwayatkan hadits-nya antara lain Abu Isa at-Tirmizi, Abu Abdur Rahman an-Nasa’i, putranya sendiri Abu Bakar bin Abu Dawud, Abu Awana, Abu Sa’id aI-Arabi, Abu Ali al-Lu’lu’i, Abu Bakar bin Dassah, Abu Salim Muhammad bin Sa’id al-Jaldawi dan lain-lain.
KARYA-KARYA IMAM ABU DAWUD
Beberapa karya Abu Dawud: Kitab al-Marasil, Kitab al-Masail allati sa’ala ‘anha al-Imam Ahmad, Kitab at-Tafarrud fi as-Sunan, Kitab Nasikh al-Qur’an wa Mansukhiri dan Risalah fi Wasf kitab as-Sunan, Al-Zuhd, Ijabat al-Salawat al-’Ajjurri, Tasmiyah al-ahwan, Qaul Qadr, Al-Ba’as wa al-Nusyur, Sunan Abu Dawud, Musnad Malik, Ibtida’ al-Wahyi, Al-Tafarrud fi al-Sunan, Akhbar al-Khawarij, A’lam al-Nubuwat, Al-Du’a, Fadha’il al-Ansar, Dalail al-Nubuwat, dan lain sebagainya .
Penamaan Kitab
Kitab Sunan Abu Daud menurut ahli hadis adalah kitab hadis yang disusun berdasarkan bab-bab fiqih. Kitab sunan ini hanya memuat hadis marfu’ dan tidak memuat hadis mauquf atau hadis maqtu’, sebab yang kedua-duanya ini tidak termasuk sunnah, akan tetapi hanya termasuk didalam hal-hal yang berkaitan dengan moral, sejarah dan zuhud. Sebagaimana pernyataan Al-Khattani dalam kitab al-Risalah al-Mustatrafah: “Diantara kitab-kitab hadis adalah kitab-kitab sunan yaitu kitab hadis yang disusun menurut bab-bab fiqih yang bermula dari bab taharah, solat, zakat, dan sebagainya dan di dalamnya tidak tedapat hadis mauquf, karena hadis tersebut tidak disebut sebagai sunnah, namun hanya disebut sebagai hadis.
Untuk itu kitab himpunan hadits ini dinamakan kitab Sunan Abu Dawud yang merupakan himpunan hadits-hadits ahkam yang penulisannya berdasarkan bab-bab fiqh dan ditulis oleh imam Abu Dawud. Dalam sunan-nya Abu Dawud memberikan komentar atau keterangan atas shahih atau tidak shahihnya hadits yang ia cantumkan dalam kitab sunan ini.
3.      Review kitab
          Judul                            : Sunan Abu Dawud    
          Penyusun                     :  Imam Abu Dawud as-Sijistani
          Pentahqiq                     : Sa’id Muhammad al –Lahhami, Shidqi Muhammad jamil
          Penerbit                       : Maktab ad-Dirasat wal-buhuts fi Darrul Fikr
          Tempat terbit               : Bairut
          Ukuran                                    : 25x17cm
          Jumlah jilid                  : 2 jilid (tiap jilid ada 2 juz)
          Jumlah halaman           : jilid 1: 680 hlm.
                                        jilid 2:  624hlm.
          Jumlah hadits               : 4800 hadits merupakan hadits marfu’
4.      SISTEMATIKA PENYUSUNAN KITAB
Kitab ini disusun berdasarkan urutan bab fiqih, yang mempermudah pembaca ketika mencari hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah tertentu, khususnya masalah yang berhubungan dengan fiqh.
Dalam kitab sunan ini Abu Dawud membagi haditsnya dalam beberapa kitab dan setiap kitab dibagi menjadi beberapa bab. Dengan perincian: kitab ini terdiri dari 35 kitab, 1871 bab, serta 4800 hadits. Akan tetapi menurut  Muhyiddin Abdul Hamid jumlah haditsnya 5274. Perbedaan penghitungan ini tidak aneh, karena Abu Dawud sering mencantumkan sebuah hadits di tempat yang berbeda, hal ini dilakukan untuk menjelaskan suatu hukum dari hadits tersebut dan di samping itu untuk memperbanyak jalur sanad.
5.     Rumus-rumus yang dipaka
iSejauh ini peneliti belum menemui  rumus-rumus tertentu yang digunakan oleh imam Abu Dawud dalam menyusun kitab Sunannya. Hanya ada beberapa yang bisa dipaparkan.  Diantaranya:
د (dal) menunjukkan bahwa haditsnya diriwayatkan di dalam Sunan Abu Daud
Dan semisalkan dalam pencarian tertentu atau dalam kitab indeks atau katalog hadits ditemukan,
د طهارة ٧٢
ini berarti hadis yang dicari terdapat dalam kitab Sunan Abu Daud, dalam kitab Thaharah bab ketujuh puluh dua.
6.      SYARAH SUNAN ABU DAWUD
Ma’alim as-Sunan karya al-Imam Abu Sulaiman Ahmad ibn Ibrahim ibn Khatab al-Bustial-Khattabi (wafat 388 H)
Syarahnya al-’Alamah asy-Syaikh Sirajuddin ‘Umar ibn Ali ibn al-Mulqin asy-Syafi’i (w.804)
Syarahnya Qurbuddin Abu Bakar al-Yamni asy-Syafi’i (w.652) 4 jilid besar
Syarahnya asy-Syaikhal-Hafidz Waliyyuddin Ahmad Abdurrohim al-Iraqi (w. 826)
Syarahnya asy-Syaikh al-Alamah ‘Alauddin ibn Qulaij al-Hanafi yang dikenal dengan Muglatai (w. 762)
Syarahnya al-‘Alamah Badruddin Muhammad ibn  Ahmad al-‘Aini al-Hanafi (w. 855)
Mirqah as Sa’ud ila Sunan Abu Dawud karya asy-Syaikh al-Hafiz Jalaluddin as-Suyuti (w. 911)
Syarahnya asy-Syaikh Abu al-Hasan as-Sindi al-Madini (w. 1308)
‘Aun al-Ma’bud ‘ala Sunan Abu Dawud karya asy-Syaikh al-Haq yang masyhur dengan nama Muhammad Asyrah ibn ‘Ilm Haidar as-Siddiqi al’Azim Abadi (w. Abad XIV H)
Gayat al-Maqsud fi Halli Sunan Abu Dawud karya Abu at-Tayyib  Muhammad Syamsul Haq (lahir 1273)
Al- Minhal al-‘Azb al-Maurud Syarh Sunan al-Imam Abu Dawud karya Mahmud ibn Muhammad ibn Khattab as-Subki (w. 1352)
7.      PENDAPAT ULAMA’
·         Abu Sa’id al’Arabi (murid Abu Dawud) mengatakan bahwa: andaikan seseorang tidak memiliki ilmu kecuali mushaf yang berisi alQur’an dan kitab ini, maka keduanya sudah memadai (tanpa membutuhkan kitab lain).
Abu Sulaiman al-Khitabi menyatakan: ketahuilah bahwa kitab Sunan Abu Dawud ini merupakan karya yang tiada tandingan, dan telah diterima secara kaffah oleh umat dan dijadikan pijakan hukum diantara kelompok ulama dan fuqaha ketika mereka berbeda pendapat.
·         An-Nawawi dan beberapa ulama lain menyatakan bahwa sebaiknya bagi kalangan pengkaji fiqh menjadikan kitab sunan Abu Dawud ini sebagai i’tibar dan memahaminya secara sempurna, karena keagungan hadits hukum di dalamnya yang disusun secara mudah bagi mereka yang hendak melacak hukum di dalamnya serta berbagai kelebihan lainnya. 
8.      Mencari hadits dengan sunan abu dawud:
Ketika kita ingin mencari hadits:
  لاَ تُقَدِّمُوا الشَّهْرَ حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثُمَّ صُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ
Langkah pertama adalah kita tahu dahulu kata kunci dari hadits tersebut , dan mengidentifikasi hadits yang kita cari termasuk bab apa.
Kemudian cari pada fihris bab puasa, karena  hadits tersebut menjelaskan tentang permulaan awal puasa.
Akan ditemukan pada jilid 1 kutub 8 bab as-shoum hal 520 hadits no. 2316
9.      KELEBIHAN
·        Hadits-hadits yang disebutkan dalam kitab sunan adalah hadits shahih dalam suatu bab yang paling diketahui oleh Abu Dawud.
·        Dalam suatu bab terdapat beberapa pendapat yang merupakan tambahan atas beberapa hadits atau meringkas hadits yang panjang, karena ada kekhawatiran sebagian orang tidak tahu atau tidak paham akan makna yang terkandung dalam hadits jika hadits tersebut ditulis keseluruhan.
·        dalam kitab sunan Abu Dawud tidak ada rawi yang disifati matruk al-hadits, seandainya ada hadits yang munkar maka akan dijelaskan bahwa hadits tersebut munkar.
·        tercantum keterangan baik itu shahih atau tidaknya sanad, dan hadits yang tidak ada komentar apa pun maka hadits tersebut adalah shahih.
·        Kitab Sunan Abu Dawud menghimpun hadits-hadits pada aspek fiqh, dalam kitab sunan ini tidak hanya hadits-hadits yang berkualitas shahih saja, akan tetapi juga hadits-hadits hasan lidzatihi dan hasan lighairihi selama hadits tersebut oleh persepakatan ulama’ tidak ditinggalkan.
10. Kekurangan
·        Abu Dawud tidak menjelaskan secara terperinci tentang kriteria shahih dan da’if dalam kitabnya.
·        Hadits-hadits yang dihimpun dalam Sunan Abu Dawud hanya hadits-hadits fiqh (ahkam) saja,
·        Perlu meneliti lebih lanjut tentang kualitas hadis yang terhimpun dalam kitab ini, karena walaupun sudah dicantumkan tentang keterangan hadits akan tetapi masih diperlukan pemahaman yang mendalam agar mengetahui kualitas hadits yang terhimpun.

Post a Comment Blogger

 
Top