Ads

 


Lebah Menurut Tantowi jauhari (Tafsir Ilmi)

Pendahuluan

Seseorang yang mempelajari dan menelaah al-Qur’an, ibarat orang yang haus meminum air laut, semakin meminumnya maka semakin haus dan senantiasa ingin minum lagi. Ibarat ini tidaklah berlebihan bila melihat perpustakaan Islam yang dipenuhi dengan kitab-kitab tafsir dari berbagai generasi. Metode yang digunakan sangat beragam mulai tahlili, muqarron, mujmal ataupun maudu'iy. Begitu juga coraknya bermacam-macam yang mencerminkan kekayaan khasanah intelektual keislaman yang senantiasa dibaca, ditelaah, diteliti dengan mengritisinya untuk mendapatkan suatu pemahaman yang mendekati pesan Allah dalam al-Qur’an.
Ulama berpendapat bahwa tafsir ini adalah bercorak ilmy atau sains. Menurut penulis pembahasan ini sangat bagus di era modern ini karena tafsir ini adalah tafsir yang bercorak modern. Dan alasan lain resume ini dibuat adalah untuk memenuhi tugas yang telah dipercayakan kepada penulis.
1.                  Penafsiran Qur’an Surah An-Nahl Ayat 68-69
A.                Ayat dan Terjemahnya
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (68) ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (69)
Artinya: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia." [QS. An-Nahl : 68]. "Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan." [QS. An-Nahl : 69].[1]

Penafsiran Lebah dalam Kitab Jawahir fi Tafsir al-Qur’an

Allah berfirman: (Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan. Maka lihatlah bagaimana lebah membangun rumahnya digunung, dipohon-pohon, dan ditempat yang disediakan manusia yang disebut “الخلايا”, ia menghasilkan minuman yang bermacam-macam warnanya dan dapat menyembuhkan segala penyakit.[2]
Tantowi jauhari menyatakan lebah adalah hewan yang sangat gigih dalam membangun rumah mereka dengan susunan yang sangat rapi dan menakjubkan. Allah mengilhamkan kepadanya agar membangun rumahnya dalam bentuk persegi enam, supaya tidak rusak dan tidak berlubang. Para pekerja itu juga bertugas membersihkan rumah dan mengibaskan sayapnya untuk membantu menguatkannya, disamping memperhatikan kerajaan dan melindunginya dari serangan musuh, seperti semut, lalat dan sebagian burung.[3]
Penjelasan tentang الخلايا” yakni tempat yang disediakan manusia, yakni tempat yang disebut dengan المربع” yakni potongan kayu yang berbentuk segi empat  panjang ( berbentuk balok) dan kemudian disusun dengan susunan bertingkat-tingkat.[4]
Beliau mengatakan bahwa dalam sarang lebah atau “ الشكل” itu ada yang namanya “العسل” madu, “الشمع” lilin lebah (propolis). yang dimaksud dengan         “ الشكل” sarang lebah adalah garis dari atas kebawah yang mengambil berbetuk segi enam, dan membentuk Rumah/bangunan yang dapat menyimpan semuannya. Propolis adalah material lengket berwarna gelap tedapat pada sarang lebah. Ia dibuat oleh lebah dari hasil pencarian dan usaha mereka dalam mengumpulkan intisari/getah dari semua tumbuhan. Propolis ini berguna untuk membangun sarang lebah. Dengan bangunan yang bersegi enam dan bertingkat-tingkat, Sarang lebah ini dapat di qiyaskan kepada hal yang lebih besar yakni susunan langit dan bumi.[5]

Bagaimana Madu Terjadi ?

Lebah Menurut Tantowi jauhari (Tafsir Ilmi)
Lebah Madu
Lebah-lebah pekerja menghisap serbuk bunga-bunga, lalu serbuk itu turun dan berkumpul dalam sebuah kantong yang ada di dalam perutnya. Disanalah serbuk itu bercampur dengan cairan khusus, lalu berubah menjadi madu. Lebah memetik nektar lalu mengeluarkannya melalui air liurnya sebagai madu murni (yang belum diperas dari lilinnya). Kemudian lebah kembali kerumahnya untuk mengeluarkannya untuk mengeluarkan madu dari mulutnya di rumah-rumah lilin yang dikhususkan untuk menyimpan madu. Setiap kali rumah itu penuh, lebah menutupinya dengan lapisan lilin, dan berpindah kerumah lain.[6]
Penjelasan "خناثى النحل" yaitu lebah yang tidak perempuan dan juga tidak laki-laki. Jumlah mereka sangat banyak dari 20.000-30.000 dalam satu qobilah atau sarang. Tugasnya adalah menjaga telur, menetaskannya, dan memetik intisari bunga dan menyimpannya dalam perutnya, dan mengeluarkan madu dari mulutnya untuk memberi makan lebah muda.[7]
Penjelasan selanjutnya mengenai lebah pekerja “الشغالةLebah pekerja adalah kelompok yang jumlahnya paling banyak dalam koloni atau dalam sarang. Lebah pekerja juga berasal dari sel telur yang dibuahi.[8] Ovariumnya tidak berkembang sempurna sehingga tidak dapat bertelur. Lebah pekerja bertanggungjawab kesejahteraan koloni. Kecuali tugas reproduksi, semua pekerjaan pada koloni lebah madu sepenuhnya dilakukan oleh lebah pekerja. Tugas lebah pekerja sesuai dengan perkembangan umur. Dari mulai menetas sampai umur tiga hari sebagai petugas kebersihan. Umur 3-12 hari bertugas sebagai perawat larva. Sejak hari ke 13-18 bertugas membuat dan memoles sisiran sarang. Dari umur 18 sampai 20 bertindak sebagai pengawal dan menjaga kesegaran udara di dalam sarang. Mulai hari ke-20 sampai datangnya kematian lebah bertugas mengumpulkan nektar, polen, propolis dan air. Dimasa tuanya lebah pekerja berperan sebagai pemandu bagi lebah muda untuk mencari lokasi pengumpulan nektar, polen, propolis dan air.
Penjelasan tentang ) (اليعسوب النحل.  Sesungguhnya ia ((اليعسوب hinggap dan memakan intisari dari segala bunga dari pohon-pohon. Apa yang disimpan didalam perutnya itu menghasilkan minuman yang sangat manis dan didalamnya terdapat obat bagi manusia sebagaimana firman Allah diatas. bentuknya, berbadan sedang, dan mempunyai dua sayap agak pendek.[9] Lebah ratu merupakan pemimpin koloni dan bertanggung jawab terhadap keutuhan dan kekompakkan koloni. Tugas utamanya adalah menghasilkan telur untuk perkembangan koloni yang telur itu menghasilkan الشغالة” atau "العاملة. Di dalam satu koloni hanya ada seekor ratu yang mampu yang mana ia bertelur setipa 3 minggu sekali, jumlah telurnya 6000-12000 telur.[10] Pada satu musim kawin, ratu kawin dengan beberapa lebah jantan. Perkawinan terjadi beberapa kali dengan lebah jantan yang lain sampai ratu merasa cukup memperoleh spermatozoa dan menyimpannya di dalam spermateka (kantong sperma pada serangga). Dua sampai tiga hari kemudian ratu mulai bertelur secara terus menerus sampai umur 3 - 5 tahun atau sampai habisnya simpanan sperma.
Penjelasan tentang al-dzakar ( الذكر)  atau Lebah jantan, ia berasal dari telur yang tidak dibuahi. Lebah ini berfungsi sebagai lebah pemacek, yakni mengawini ratu muda. Jika beruntung, seekor lebah jantan hanya dapat kawin sekali selama hidupnya, karena setelah berhasil mengawini ratu, lebah ini akan mati. Karena sifatnya yang pemalas, pada saat krisis makanan, banyak lebah jantan dibunuh oleh lebah pekerja. Jumlah mereka dalam satu qobilah sekitar 500-1.000 ekor tidak lebih.[11]

Kesimpulan

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kita harus mencontoh kehidupan lebah yang mana ia bermanfaat. Menghasilkan madu, propolis, dan aksinya membantu penyerbukan tanaman. Meskipun lebah mengambil nektar dari tanaman tetapi tidak pernah merusak tanaman yang disinggahinya. Bekerja keras. Sikap ini ditunjukkan oleh lebah pekerja dalam mengumpulkan bahan makanan untuk kebutuhan puluhan ribu anggota koloni. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat diungkapkan.
Dalam hal ini, tafsir ini menyatakan bahwa alam semesta ini diumpamakan dengan istana lebah. Yang  mana disitu ada satu ratu lebah yang mengatur semuanya. Mulai dari pembangunan hingga pekerjaan mereka.
Didalam sarang lebah itu terdapat propolis. Guna propolis adalah untuk membangun sarang lebah yang berbentuk segi enam.
Jenis-jenis Lebah:
1.          Al-Ya’sub ((اليعسوب , Cirinya belakangnya (ekor) panjang.
2.       Al-dzakar ( الذكر) Lebah jantan yakni bertugas menghamili ratu lebah dan setelah itu ia akan mati.
3.         Al-‘amal yakni lebah yang paling kecil.
Madu terbuat dari cairan yang didapat dari berbagi sari pati dari bunga (nektar) yang berada diperut lebah, baik itu keluar dari mulut mereka.

DAFTAR PUSTAKA

·                     Al-Zahabiy, Muhammad Husain , al-Tafsir wa al-Mufassirun
·                     al-lyazi, Muhammad Ali, Al-Mufassirun Hayatuhum wa Manhajuhum, , 1373 H
·                     Jauhari, Syeh Tantawi : Dirasatu wa Nusus, Dar Ma'arif, 1980 M
·                     Ghazali, Jawahir al-Quran, Dar Hayah Al-Ulum, Bairut : Dar Ihyaa al-Ulum,
·                     Al-Qur’an terjemah perkata, Jakarta 2010
·                     Jauhari, Tantawi, al-Jawahir fi Tafsir al-Quran, Da'ar fikr




[1] . Al-Qur’an terjemah perkata, hal. 274.
[2] . Tantowi Jauhari, Op. Cit, Jilid 4. Hal 147
[3] . Ibid. Hal. 148
[4] . ibid.
[5] . Ibid.
[6] . Ibid.
[7]ibid.
[8] . ibid.
[9] . ibid. Hal. 150
[10] . ibid.
[11] . ibid.

Post a Comment Blogger

 
Top